Hal tersebut menjadi perhatian khusus saat bincang-bincang buku "Papua Barat Bukan Hanya Raja Ampat". Acara yang merupakan bagian dari rangkaian peluncuran buku ensiklopedia populer pulau-pulau kecil Nusantara seri Papua Barat di Kompas Travel Fair (KTF) 2014, JCC, Jumat (26/9/2014), mengundang banyak perhatian pengunjung.
"Ada 13 kabupaten dan 1 kota di Papua Barat, yang berpotensi bukan hanya Raja Ampat. Kaimana, Fak-fak, dan kabupaten lain juga punya potensi dan obyek wisata yang indah," ujar Asisten I bidang Pemerintahan Provinsi Papua Barat, Musa Kamudi.

Kepulauan Wayag di Raja Ampat, Papua.
Tak hanya hal tersebut, isu konflik di Papua kadang mengakibatkan wisatawan urung datang. "Tanah Papua aman, gelaran internasional Sail Raja Ampat saja terlaksana dengan baik, harapannya dengan buku ini akan banyak orang yang mengunjungi dan menikmati perjalanan wisata di Papua Barat tak hanya Raja Ampat.
"Raja Ampat sebagai icon di Papua Barat begitu juat. Masih ingat kalau dulu orang luar kenal Indonesia dengan Balinya? Kini hal tersebut juga berlaku, persepsi turis soal Indonesia ialah Raja Ampat," ungkap Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad.

Dermaga di Waiwo, Raja Ampat, Papua Barat.
Hal tersebut juga mendapat sambutan khusus dari Fransiskus Wellirang, seorang pengusaha yang memandang banyak potensi yang bisa dikembangkan di sana. “Kaki saya memang belum sampai ke tanah Papua tapi bukan berarti saya tak memperhatikan perkembangannya. Alangkah baik bila kawasan ini dikembangkan sebagai kawasan ekowisata, dengan penduduk yang diberdayakan sebagai tour guide. Sorong dapat menjadi pilihan pelabuhan di masa depan. Hal-hal itu nantinya saya kira dapat menjawab dan memajukan Papua Barat,” ungkapnya.

Dermaga di Terminabuan jadi pusat aktivitas masyarakat Sorong Selatan, Papua Barat.
Tentang BukuSeri Ensiklopedia Populer Pulau-Pulau Kecil Nusantara dengan judul Papua Barat: Tanah Para Raja di Kepala Burung Papua setebal 448 halaman ini dihargai Rp 180.000. Buku ini menjadi gambaran mengenai kekayaan, potensi dan tantangan yang ada pada pulau-pulau di Kawasan Raja Ampat, Papua Barat.

Senja di pantai Pulau Triton, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, beberapa waktu lalu. Pulau ini merupakan bagian kawasan konservasi laut Kabupaten Kaimana yang kaya keanekaragaman hayati bawah laut dengan jajaran bukit karst berhias lukisan dinding kuno di sekitarnya.
Mengupas Papua Barat sama dengan mengupas sejarah panjang kehidupan di sana. Pada dasarnya kehidupan di tanah Papua diyakini berawal, atau setidaknya bermula di sekitar Samudera Pasifik ini. Di Pulau Tafer dan Ugar di Kabupaten Fakfak misalnya, ditemukan gambar cadas di atas batu karang yang diyakini dibuat pada masa prasejarah. Di kawasan Kepulauan Tafer juga terdapat jejak Kerajaan Arguni yang warganya mayoritas beragama Islam.
Source : http://travel.kompas.com/read/2014/09/29/141900527/Papua.Barat.Bukan.Hanya.Raja.Ampat.http://travel.kompas.com/read/2014/09/29/141900527/Papua.Barat.Bukan.Hanya.Raja.Ampat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar